Senin, 15 Oktober 2012

Belajar Elemen HTML

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Elemen HTML, apa tuh? Nah, dalam Belajar HTML yang lalu, kamu udah nyoba membuat halaman HTML pertama kamu dan mengerti cara bikinnya. Berikutnya kamu harus belajar elemen HTML dan cara menuliskannya. Kamu akan memerlukan definisi dasar ini dalam proses belajar HTML yang kamu lakukan sepanjang tutorial di sini. Berikut petunjuk pentingnya.
Ingat petunjuk penting ini:
Dokumen HTML adalah file teks yang terdiri dari elemen HTML. Nah, elemen HTML itu didefinisikan menggunakan apa yang disebut dengan tag HTML.
Ingat, elemen HTML didefinisikan dengan tag HTML. Apa yang dimaksud dengan tag HTML? Nah, berikut poin-poin yang akan membantu kamu mengingat dan memahami pengertian Tag HTML:
  • Tag HTML digunakan untuk menandai (mark-up) elemen HTML
  • Tag HTML berada di antara dua karakter penanda berikut < dan >
  • Karakter penanda itu disebut dengan tanda kurung siku
  • Tag HTML umumnya selalu berpasangan seperti <b> dan </b>
  • Tag pertama adalah tag pembuka, dan tag kedua adalah tag penutup
  • Teks di antara kedua tag tersebut disebut isi elemen
  • Tag HTML tidak bersifat case sensitif, <b> memiliki arti yang sama dengan <B>
Elemen HTML
Ingat contoh HTML di tutorial sebelumnya kan:
?
1
2
3
4
5
6
7
8
<html>
<head>
<title>Judul Halaman</title>
</head>
<body>
Ini halaman pertama saya. <b>Teks ini ditebalkan</b>
</body>
</html>
Ini adalah elemen HTML:
?
1
<b>Teks ini ditebalkan</b>
Berikut penjelasan tentang Elemen HTML tersebut:
  • Elemen HTML ini dimulai dengan tag pembuka: <b>
  • Isi dari elemen HTML adalah: Teks ini ditebalkan
  • Elemen HTML diakhiri dengan tag penutup: </b>
Fungsi tag <b> adalah untuk mendefinisikan sebuah elemen HTML yang harus ditampilkan dengan huruf tebal.
Nah, ini juga elemen HTML:
?
1
2
3
<body>
Ini adalah halaman pertama saya. <b>Teks ini ditebalkan</b>
</body>
Try This: 4 Langkah Mudah Belajar Cara Membuat Website, Langsung Praktek! KLIK DI SINI!.
Elemen HTML ini dimulai dengan tag pembuka <body>, dan berakhir dengan tag penutup </body>
Fungsi dari tag <body> adalah untuk mendefiniskkan elemen HTML yang berisi badan (isi) dari dokumen HTML.
Mengapa kita menggunakan tag dalam huruf kecil?
Kita sudah membahas sebelumnya bahwa tag HTML tidak case sensitif: <B> memiliki arti yang sama dengan <b>.  Kalau kamu lagi surfing web, kamu akan melihat bahwa banyak situs web menggunakan tag HTML dalam huruf besar dalam source codenya. Tapi dalam contoh di atas, kita menggunakan huruf kecil. Tahu kenapa?
Kalau kamu mengikuti standar web terbaru, kamu harus selalu menggunakan tag dalam huruf besar. World Wide Web Consortium (W3C) merekomendasikan penggunaan huruf kecil dalam rekomendasi HTML 4 mereka, dan XHTML (generasi berikutnya dari HTML) memerlukan tag dalam huruf kecil.
Ok, kamu baru aja belajar tentang elemen HTML. Dan mustinya saat ini kamu udah mulai terbiasa dengan istilah tag. Kalau belum biasakan diri kamu dengan istilah ini, karena dalam proses belajar HTML, kamu kudu familiar dengan kata tag. Lha wong HTML itu ya tag-tag itu ko.
Berikutnya, kita akan membahas tentang dasar HTML terutama beberapa Tag HTML yang menarik untuk mengubah tampilan paragraf, judul, dll. Oh ya, sekedar mengingatkan, kalau kamu belum sempat melihat, silakan cek dulu tutorial HTML apa saja yang ada di prothelon.com ini.

0 komentar:

Tag HTML Dasar yang Penting

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Tag HTML yang paling penting adalah tag-tag HTML yang mendefinisikan judul, paragraf dan ganti baris. Agar lebih mudah memahami tutorial dasar HTML tentang tag ini, saya sarankan untuk membaca tutorial tentang elemen HTML ini terlebih dahulu.
Seperti umumnya bahasa pemrograman lainnya, maka cara terbaik untuk mempelajari tag HTML adalah dengan banyak berlatih. Latihan tentu saja memerlukan alat bantu. Nah, pada dasarnya kamu bisa bikin file HTML menggunakan notepad, tapi tentu saja banyak software untuk menulis dengan berbagai fasilitas yang akan memudahkan. Googling aja atau cari di download.com dengan kata kunci HTML Editor.
Judul
Judul didefinisikan dengan menggunakan tag HTML <h1> sampai >h6>. <h1> mendefinisikan huruf judul yang paling besar, dan <h6> yang terkecil. Untuk latihan coba kamu bikin file HTML berikut ini dan perhatikan hasilnya.
?
1
2
3
4
5
6
<h1>Ini Judul</h1>
<h2>Ini Judul</h2>
<h3>Ini Judul</h3>
<h4>Ini Judul</h4>
<h5>Ini Judul</h5>
<h6>Ini Judul</h6>
HTML secara otomatis akan menambahkan baris kosong sebelum dan sesudah judul.
Paragraf
Paragraf didefinisikan dengan menggunakan tag HTML <p>.
?
1
2
<p>Ini adalah sebuah paragraf</p>
<p>Ini paragraf lainnya</p>
Sama seperti judul, HTML secara otomatis akan menambahkan baris kosong sebelum dan sesudah paragraf.
Jangan lupa Tag HTML penutup
Kamu pastinya udah pernah ngeliat bahwa paragraf dapat ditulis tanpa tag HTML penutup </p> kayak gini:
?
1
2
<p>Ini adalah sebuah paragraf
<p>Ini paragraf lain
Contoh barusan dapat digunakan pada hampir semua jenis browser, tapi jangan ngandelin hal itu. Versi-versi HTML ke depan kayaknya ndak akan ngijinin kamu untuk melewatkan tag HTML penutup.
Menutup semua elemen HTML dengan tag HTML penutup adalah cara yang ampuh untuk menulis HTML yang kompatibel dengan semua browser dan pengembangan ke depan. Hal ini juga membuat kode kita lebih mudah dimengerti (baik dibaca maupun di browse).
Ganti Baris
Tag HTML <br> digunakan pada saat kamu pengen membuat baris baru, tapi belum ingin ganti paragraf. Tag HTML <br> akan membuatkan sebuah baris baru buat kamu dimanapun kamu letakkan tag itu.
<p>Ini <br> adalah sebuah pa<br>ragaraf dengan ganti baris </p>
Tag <br> adalah tag yang kosong. Nah, karena itu dia tidak punya tag HTML penutup seperti misalnya </br>, karena jadi ndak masuk akal. Ya tho?
<br> atau <br />
Kamu akan makin sering melihat penulisan tag HTML <br> dengan cara begini: <br />
Karena tag HTML <br> tidak memiliki tag penutup, maka tag tersebut melanggar salah satu aturan dasar dalam penulisan HTML ke depannya (XHTML yang berbasis XML), di mana semua elemen harus ditutup.
Menuliskan penggantian baris dengan cara <br/> ini menjamin bahwa file HTML kamu akan kompatibel dengan XML maupun cara penulisan HTML di masa datang.
Menuliskan Komentar dalam HTML
Tag komentar digunakan untuk menyisipkan sebuah komentar dalam kode sumber HTML. Sebuah komentas akan diabaikan oleh browser. Kamu bisa menggunakan komentar untuk menjelaskan kode yang kamu bikin, dan tentu saja hal ini akan membantu kamu saat kamu perlu melakukan perubahan pada kode kamu kapan-kapan.
Try This: 4 Langkah Mudah Belajar Cara Membuat Website, Langsung Praktek! KLIK DI SINI!.
?
1
<!-- Ini adalah sebuah komentar -->
Perhatikan bahwa kamu perlu menuliskan tanda seru setelah kurung buka, tetapi tidak sebelum kurung tutupnya.

Ingat hal-hal berikut!
  • Setiap tag HTML memiliki sebuah nama elemen (body, h1, p, br)
  • Tag pembuka adalah nama yang dilingkupi oleh tanda kurung siku: <h1>
  • Tag penutup adalah tanda garis miring dan nama yang dilingkupi oleh tanda kurung siku </h1>
  • Isi elemen berada di antara tag pembuka dan tag penutup
  • Beberapa elemen HTML tidak memiliki isi elemen
  • Beberapa elemen HTML tidak memiliki tag penutup
Beberapa Tips Yang Bermanfaat
Waktu kamu menulis teks HTML, maka kamu tidak akan pernah bisa yakin bagaimana teks itu ditampilkan oleh browser lain. Beberapa orang memiliki monitor yang lebih besar, dan yang lainnya. Teks akan diatur ulang setiap kali pengunjung mengubah ukuran windownya. Jangan pernah mencoba untuk membantuk teks yang memiliki baris kosong atau spasi dekat dengan teks itu.
HTML akan menghapus spasi dalam teks kamu. Berapa banyakpun kamu tuliskan spasi, tetap akan dihitung satu. Satu lagi, dalam HTML sebuah baris baru dihitung sebagai satu spasi.
Menggunakan paragraf kosong <p> untuk menyisipkan baris kosong adalah kebiasaan yang kurang baik. Gunakan tag <br> sebagai penggantinya. (tapi jangan juga gunakan tag <br> untuk membuat daftar. Tunggu sampai pelajaran tentang daftar dimulai ya).
HTML secara otomatis akan menambah baris kosong sebelum dan sesudah beberapa elemen, seperti sebelum dan sesudah paragraf dan judul.
Tag HTML Dasar
Masih ingat kan tentang pengertian tag HTML? Nah, berikut adalah tag-tag HTML penting yang akan sangat sering kamu pakai. Dan kamu akan mempelajari masing-masing secara lebih detil terutama yang menyangkut atributnya.
Tag – Description
<html> – Mendefinsikan sebuah dokumen HTML
<body> – Mendefinisikan isi utama
<h1> to <h6> – Mendefinisikan judul 1 sampai 6
<p> – Mendefinisikan paragraf
<br> – Menyisipkan sebuah baris
<hr> – Mendefinisikan garis horisontal
<!–> – Bikin komentar
Asik kan? Ini belum seberapa, tunggu sampai kamu udah bisa bikin tabel, huruf berwarna dan masih banyak lagi variasi tampilan yang bisa digunakan untuk mempercantik halaman web kamu.

0 komentar:

Tutorial PHP 6 – Menggunakan PHP dan Form HTML

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Tutorial Dasar-dasar PHP 6 — Menggunakan PHP dan Form HTML
Menggunakan PHP bersama dengan Form HTML merupakan salah satu kekuatan terbesar dalam pemrograman PHP. Kita akan coba pelajari di tutorial PHP kali ini.
BTW, terima  kasih atas tanggapan dari pengunjung mengenai  situs ini melalui e-mail kami (prothelord [ath} yahoo [dot] co [dot] id). Semoga apa yang sudah disampaikan pada kami akan makin menambah kualitas situs ini.
OK deh Prothelors (maksudnya anda), kita lanjutkan tutorial kita dengan melihat bagaimana caranya untuk menggabungkan form HTML dengan kode PHP.
Dalam contoh-contoh kita sampai saat ini, kita sudah berhasil mengisi variabel dan menggunakannya dalam satu kode yang sama.
Kayaknya hal ini agak kurang bermanfaat ya? Emang sih. Lha gimana nggak, daripada repot-repot masukin nilai yang kita inginkan, dilanjutkan dengan menampilkan apa yang kita inginkan melalui variabel kita tadi, kan mendingan langsung aja tuh nampilin apa yang kita iningkan tanpa menggunakan variabel, lebih singkat, cepat dan mudah. Jadi, gimana dong?
Tenang ….. di tutorial inilah anda akan melihat kekuatan variabel yang sesungguhnya.
Nah, sekarang ayo kita coba sesuatu yang lebih menarik, dan bisa menunjukkan kegunaan variabel kita tercinta dalam sebuah program.
Baiklah, tanpa membuang waktu lagi, sekarang saatnya untuk membuat sebuah halaman web yang akan kita gunakan untuk menginput nama kita dan nama orang yang kita sukai dan kemudian menampilkannya secara bersamaan di halaman lain.
Apa …… halaman lain? Ya, di halaman lain, ini yang membedakan dengan kode-kode kita sebelumnya, untuk itulah, mohon konsentrasi di bagian ini, karena ini sangat penting bagi perkembangan PHP anda di masa datang. Pahami betul bagaimana cara kita mengirimkan variabel kita dari satu halaman ke halaman yang lain yach…
Sebelum membuatnya, bayangkan kembali skenario ini. Anda membuat sebuah halaman website di mana pengunjung bisa mengisi nama mereka dan nama kekasih mereka dalam sebuah form dan kemudian menampilkan kembali nama-nama tersebut di halaman web lainnya.
Untuk melakukan hal itu, kita perlu membuat 2 buah file PHP.
File pertama adalah sebuah form HTML untuk mengumpulkan input dari user, mengisikan input tersebut ke dalam variabel dan kemudian mengirimkannya ke file kedua yang bertugas menampilkan kembali isi variabel tersebut ditambah dengan beberapa hal sederhana lainnya. Maaf kalau cara penyampaiannya payah ya, tapi saya berharap paling enggak bisa tetap fun deh buat Prothelors dalam mempelajari PHP.
Pertama-tama, kita buat dulu halaman form HTMLnya, halaman ini adalah halaman HTML biasa dengan tag FORM di dalamnya. Sesudah ini kita akan buat sebuah halaman lain (PHP) untuk memproses apa yang diinputkan dari halaman form HTML kita ini. Kita namai dengan form_saya.html
?
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
<html>
<head>
<title>Form Saya</title>
</head>
 
<body>
<form action="hasil_form_saya.php" method=post>
 
Nama saya adalah:
<br> <input type="text" name="NamaAnda">
 
<p> Nama orang yang saya sukai:
<br> <input type="text" name="NamaDia">
<p>
 
<input type="submit" name="submit" value="Cocokkan!">
</form>
 
</body>
</html>

Ini adalah sebuah form HTML biasa tapi mengandung beberapa hal penting yang perlu Prothelors semua pahami. Bagian-bagian pentingnya adalah:
Baris 7: HTML membaca action=”hasil_form_saya.php” yang menunjukkan pada browser file PHP mana yang akan memproses hasil form kita. Implikasinya, beberapa saat lagi anda harus membuat sebuah file yang bernama hasil_form_saya.php yang merupakan mesin kecil yang bertugas untuk menampilkan hasil input di form kita. (Jangan khawatir, kita akan membahas method=post belakangan).
Baris 10: input type=”text” menentukan jenis elemen form apa yang kita inginkan,dalam kasus kita ini adalah sebuah inputan teks atau text box (kita juga bisa mendefinisikannya sebagai radio button, check box, dll); name=”NamaAnda” artinya adalah bahwa apapun yang kita ketikkan ke dalam text box kita tadi akan mengisi sebuah variabel yang bernama “NamaAnda”. Inilah yang menghubungkan antara form dan variabel – setiap field dalam sebuah form dapat digunakan untuk mengisi variabel untuk kemudian kita gunakan sesuka kita (asik ya?).
Baris 13: di baris ini, kita memiliki sebuah teks input yang akan kita gunakan untuk mengisi variabel lain yang kita beri nama “NamaDia” yang merupakan nama orang yang kita sukai.
Try This: 4 Langkah Mudah Belajar Cara Membuat Website, Langsung Praktek! KLIK DI SINI!.
Baris 16, 17: Kode ini membuat sebuah tombol submit dengan tulisan “Cocokkan!” (maksudnya adalah coba cocokkan nama anda dengan nama orang yang anda sukai).
Dan berakhirlah form kita. Nah, tugas form kita itu adalah mengumpulkan informasi nama anda dan nama orang yang anda sukai (tentu saja saat praktek, anda harus memasukkan nama-nama tersebut ke dalam form) dan mengisikannya ke dalam variabel masing-masing.
Ok, form HTML beres. Setelah itu ngapain ya?
Berikutnya tentu saja adalah membawa dan menampilkan variabel yang sudah terisi dengan nama-nama tersebut dalam bentuk yang berbeda di …… ya, di halaman lain.
Masih inget kan, bahwa pada baris 7 kode HTML di atas, kita memberitahu form kita agar menuju atau mengeksekusi file hasil_form_saya.php begitu kita klik tombol submit (yang bertuliskan Cocokkan! itu). Berikut ini kira-kira isi file hasil_form_saya.php:
?
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
<html>
<head>
<title>Sayang Sekali!</title>
</head><body bgcolor="#FFFFFF" text="#000000">
<p>Kayaknya <?php print $NamaAnda; ?>
<p>gak bakalan bisa jadian sama
<b> <?php print $NamaDia; ?> deh!?! </b>
<p>Cobalah berusaha lebih keras ya…siapa tahu ada kesempatan.
</body>
</html>

Gimana? Sekarang udah ngerti kan bagaimana caranya form kita mengirimkan sebuah variabel dari form kita itu ke sebuah file PHP?
Cat: File hasil_form_saya.php di atas hanya bisa berjalan jika setting register global php server kamu on. Kalau kebetulan settingnya off, maka kamu harus tambah baris setelah tag body (di antara baris 4 dan 5) seperti ini:
?
1
2
3
4
<?php
$NamaAnda=$_POST['NamaAnda'];
$NamaDia=$_POST['NamaDia'];
?>
Perhatikan bahwa pada file hasil_form_saya.php kita sebuah variabel dipanggil dengan menambahkan tanda $ ($NamaAnda) di depan variabel yang kita definisikan pada file HTML form_saya.html sebelumnya (NamaAnda).
Get vs Post
Kita sudah menggunakan metode “Post” untuk mengirimkan data form dengan cara yang berbeda menggunakan metode lain yaitu “Get”. Ingat, ini merupakan bagian dari form kita di mana tertulis <form action=”hasil_form_saya.php” method=post>.
Perbedaan antara kedua metode ini adalah bahwa metode post secara transparan mengirimkan semua informasi yang sudah dikumpulkan oleh halaman form kita, sedangkan metode Get akan mengirimkan semua informasi itu sebagai bagian dari URL (dalam contoh form kita tadi, akan seperti ini:
http://localhost/hasil_form_saya.php?NamaAnda=panjul&NamaDia=cinta&submit=Cocokkan!
Perhatikan bagaimana informasi yang sudah dimasukkan user mengenai namanya dan nama orang yang disukainya ditambahkan pada URL? Ini akan sangat membantu nanti jika anda sudah mempelajari cara pengiriman variabel antar halaman lebih lanjut).
Pengen belajar sambil praktek? klik di sini.
Baiklah untuk bagian ini kita akhiri dulu ya, dan akan kita lanjutkan lagi ke bagian 7 yang akan membahas mengenai senjata tambahan sebuah variabel, yaitu tutorial Array PHP.
Terima kasih atas kunjungannya dan kembalilah lagi jika kamu sudah sempat untuk mempelajari lebih lanjut mengenai PHP ini. Jangan lupa untuk mendaftar sebagai anggota, sehingga kamu akan bisa mendapat berbagai informasi penting dari saya. Kamu juga bisa belajar HTML lebih jauh untuk meningkatkan pengetahuan kamu tentang tag-tagnya.

0 komentar:

Tutorial PHP 5 — Variabel yang Flexible

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Dasar-dasar PHP 5 — Variabel yang Flexible
Kita lanjutin belajar PHP nya yuk. Seperti yang sudah pernah saya sebutkan di tutorial pengenalan PHP bagian pertama, bahwa salah satu kemudahan menggunakan PHP adalah variabelnya itu lho! Sangat flexibel.
Bagi yang sudah pernah belajar bahasa pemrograman sebelumnya, tentu tahu bahwa kita harus mendeklarasikan variabel yang akan kita gunakan dalam program kita di awal . Deklarasi meliputi nama variabel, jenisnya, panjangnya, global atau lokal, dll yang bikin pusiiiing.
Nah, kalau di PHP, kita tidak perlu mendeklarasikan variabel kita di awal program, perlu variabel, tinggal pakai. Gitu.
Dalam bagian ini kita akan mempelajari mengapa kita perlu variabel, dan bagaimana cara menggunakannya di PHP. Percaya deh, gampang banget.
Baiklah, jika anda perhatikan, sampai saat ini, apa yang sudah kita lakukan hanyalah membuat PHP mencetak teks baik hasil output fungsi (akan kita bahas lebih detil nanti) serta menggunakan perintah echo dan print.
Apakah itu sudah cukup menjadikan kita sebagai programmer? Walah, ya belum. Untuk itu, mari sekarang kita masuk lebih dalam lagi dengan mencoba mengenal variabel.Variabel ini merupakan salah satu materi penting yang wajib anda pelajari dalam PHP, jadi…. perhatikan baik-baik ya.
Pengen belajar sambil praktek? klik di sini.
Agar mudah memahaminya, coba bayangkan sebuah variabel sebagai sebuah wadah. Nah, berbeda dengan wadah yang biasa kita gunakan, variabel ini akan digunakan untuk menampung satu atau beberapa nilai (bagi yang udah jago, skip aja nih paragraf). Dengan kata lain, variabel ini adalah tempat yang digunakan oleh PHP untuk menyimpan informasi dan meneruskannya ke berbagai tempat.
Variabel ini bisa diteruskan ke dokumen lain, fungsi dan sebagainya.
Untuk memberikan gambaran lebih jelas, saya coba gunakan pendekatan yang mudah-mudahan lebih baik. Anda yang pernah belajar matematika tentu pernah mengingat variabel dalam persamaan kan? Anda tentu masih bisa mengingat persamaan sederhana ini  “ x+3=7”.
Dalam persamaan tersebut, x adalah variabel, dan dengan sangat mudah, Anda  bisa mengetahui bahwa isi variabel x adalah nilai 4.
Persis sama…variabel dalam PHP kira-kira berfungsi seperti itu, menampung sebuah nilai, dengan sedikit penambahan kemampuan yaitu variabel dalam PHP dapat kita gunakan lagi dalam file atau fungsi lain. Jangan khawatir, anda akan merasa lebih jelas setelah mempelajari contoh yang akan saya sampaikan di bawah nanti.
Alasan mengapa variabel begitu penting dalam PHP adalah karena pada saat Anda membuat halaman web dinamis (halaman yang dapat merespon input dari user) maka anda akan bergantung pada data yang dikirimkan antara halaman web. Pada saat itulah Anda harus menggunakan variabel. Variabel merupakan mekanisme utama dalam pengiriman data seperti ini.
Kayaknya sih, cara paling mudah untuk menerangkan cara kerja variabel dalam PHP adalah dengan menunjukkan aksi mereka dalam contoh ya? Namun sebelum itu, perlu diingat ada 3 hal yang dapat anda lakukan dengan variabel:
Menyimpan nilai dengan memberi nilai pada mereka. Kadang disebut juga dengan istilah inisialisasi variabel;
Mengubah nilai dalam variabel, tentu saja jika sudah di isi sebelumnya;
Mengakses variabel (artinya anda bisa membaca nilai dari variabel itu dan melakukan hal yang diperlukan terhadap mereka)
Baiklah, setelah anda mengetahui tentang apa saja yang bisa anda lakukan dengan variabel, mari kita pelajari lebih dalam dengan menggunakan contoh.
Pertama, anda perlu mengetahui bahwa variabel dalam PHP dimulai dengan tanda dolar (“$”). Dalam kode di bawah ini , kita akan mengisi variabel, menggunakannya, kemudian mengupdate isinya untuk kemudian digunakan lagi. Nilai yang ada dalam variabel dapat diubah kapanpun kita mau.
Mari kita perhatikan script pendek berikut ini. Jangan khawatir, Saya akan coba jelaskan secara detil apa yang terjadi pada masing-masing baris.
?
1
2
3
4
5
6
7
<?php
$isi_variabel = "Ini isi awal variabel!";
print ("Menampilkan isi variabel awal : $isi_variabel");
print ("<p>");
$isi_variabel = "Ini isi Variabel setelah diupdate!";
print ("Isi variabel setelah diupdate : $isi_variabel");
?>
Hasil dari kode tersebut adalah sebagai berikut:

Menampilkan isi variabel awal : Ini isi awal variabel!
Isi variabel setelah diupdate : Ini isi Variabel setelah diupdate!

Penjelasan kode tersebut adalah sebagai berikut.
Pada baris kedua, saya memutuskan untuk membuat variabel yang bernama “isi_variabel”. Ingat, semua variabel dimulai dengan tanda dolar, sehingga variabel saya tadi ditulis menjadi “$isi_variabel”. Berikut ini adalah penjelasan rinci mengenai apa yang dikerjakan masing-masing baris.
Try This: 4 Langkah Mudah Belajar Cara Membuat Website, Langsung Praktek! KLIK DI SINI!.
Baris 1 memberitahu browser bahwa : “Kode PHP mulai di sini”.
Baris 2 buat variabel $isi_variabel sekaligus mengisinya dengan nilai awal berupa kalimat “Ini isi awal variabel!”.
Baris 3 tampilkan kalimat pengantar untuk variabel $isi_variabel dan sekaligus menampilkan nilai dari $isi_variabel
Baris 4 membuat tag <p> dalam HTML untuk membuat paragraf baru.
Baris 5 Mengupdate isi variabel $isi_variabel dan mengisinya dengan kalimat “Ini isi Variabel setelah diupdate!”.
Baris 6 tampilkan kalimat pengantara kedua dan nilai untuk isi variabel $isi_variabel yang baru.
Baris 7 ngasih tahu si Browser bahwa kode PHP sudah berakhir.
Ok, sekarang Anda seharusnya sudah bisa melihat bahwa variabel $isi_variabel digunakan sebagai semacam wadah yang dapat menampung nilai yang bermacam-macam (Kita juga bisa mengisi berbagai jenis variabel ke dalam variabel yang sama, misalnya setelah kita isi dengan variabel numerik, langsung bisa kita update isinya menjadi varaibel karakter. Hal ini umumnya tidak bisa dilakukan bahasa pemrograman lain). Kita baru saja mengisi variabel dan memanggil isinya dalam sebuah skrip yang sama, namun kekuatan PHP yang masih tersembunyi adalah bahwa kita dapat mengisi variabel kita di suatu halaman web, misalnya sebuah form isian yang harus diisi pelanggan kita dan kemudian menggunakan variabel tersebut kemudian di halaman web lain.
Sintaks untuk mengeset variabel adalah dengan:
* Mendefinisikannya dengan tanda = ($isi_variabel=”Ini isi awal variabel!”);
* Menggunakan tanda kutip jika megisinya dengan string atau huruf (“Ini isi awal variabel!”; angka tidak memerlukan tanda kutip);
* Akhiri setiap baris dengan titik koma.
Kemudian anda dapat memanggilnya dengan mengacu pada nama variabel ($isi_variabel pada baris 3 dan 6 – perhatikan bahwa saat memanggil variabel kita tidak menggunakan tanda kutip).
Pengen belajar sambil praktek? klik di sini.
Penamaan Variabel
Anda dapat menamai sebuah variabel dengan nama apapun selama mengikuti aturan berikut ini:
* Dimulai dengan huruf;
* Terdiri dari huruf, angka dan karakter garis bawah (karakter _ seperti dalam $isi_variabel”);
* Bukan merupakan kata kunci PHP (misalnya print).
Hati-hati: nama variabel adalah case sensitif (sehingga variabel $prothelon akan berbeda dengan $PROthelon).
Sebagai tips, anda sebaiknya membuat nama variabel yang memiliki arti tertentu sehingga anda lebih mudah memahaminya seandainya beberapa tahun kemudian terpaksa harus membaca kode tersebut.
Dalam contoh-contoh kita tadi, kita mengisi variabel dengan teks alias string. Variabel juga dapat menampung nilai berupa angka dan lainnya (obyek, array, booleans).
Catatan akhir: Satu hal yang biasanya menjadi pertanyaan adalah penggunaan tanda kutip. Kita bisa menggunakan tanda kutip tunggal maupun ganda untuk mengisi teks, misalnya:
?
1
print ("Saya berada di situs Prothelon!");
Baris ini akan mencetak teks

Saya berasa di situs Prothelon.

Jika anda ingin agar tanda kutip yang kita sayangi itu ikut tampil, anda harus menambahkan karakter “\” di depannya yang memberitahukan PHP bahwa tanda kutip sesudahnya bukan merupakan bagian dari kode, melainkan bagian dari kalimat. Cara ini dikenal dengan istilah escape characters. Dengan demikian, jika anda ingin menampilkan tulisan “Saya berada di situs Prothelon!” (lengkap dengan tanda kutipnya juga), kode anda akan seperti ini:
?
1
print (" \"Saya berada di situs Prothelon!\"" );

Gitu.
Baiklah, cukup sampai di sini dulu yach. Sampai ketemu di bagian selanjutnya.

0 komentar:

Solusi Error Notice: Use of undefined constant pada PHP

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Tulisan ini merupakan jawaban dari tulisan sebelumnya yang menanyakan tentang munculnya pesan error array asosiatif PHP  Notice: Use of undefined constant saat menjalankan script PHP yang dibuat.
Sebagai informasi, penanya tersebut menggunakan XAMPP 1.7.7, dan ini informasi terakhir dari beliau melalui email:

Trims utk tanggapannya, ternyata setelah saya coba konsultasi ke teman yang sdh lebih dahulu belajar PHP pesan error tersebut muncul karena XAMPP yang saya gunakan,
pdhl saya pakai yang terbaru [XAMPP 1.7.7 dari ApacheFriends] full version (zip),
Kemudian saya coba execute script tsb di XAMPP 1.7.1 [USB Lite], semua’a normal …
Oia, gud luck yach untuk bukunya, semoga cepat selesai, & laris di pasaran.

Sebagai tambahan, XAMPP 1.7.7 menggunakan PHP 5.3.8.
Ini adalah script PHP yang ditulis:
?
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82
83
84
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100
101
102
103
104
105
106
107
108
109
110
111
112
113
114
115
116
117
118
119
120
121
122
123
124
125
126
127
128
129
130
131
132
133
134
135
<html>
 
<head>
 
<title>Array Pacar</title>
 
</head>
 
<body>
 
  
 
<?php
 
  
 
$pacarku
 
=
 
array
 
(
 
array
 
( nama=>
 
"Rosa"
 
,
 
sifat=>
 
"Baik Hati"
 
,
 
umur=>17 ),
 
array
 
( nama=>
 
"Ruby"
 
,
 
sifat=>
 
"Tidak Sombong"
 
,
 
umur=>27 ),
 
array
 
( nama=>
 
"Sri"
 
,
 
sifat=>
 
"Rajin Menabung"
 
,
 
umur=>37 ),
 
array
 
( nama=>
 
"Nety"
 
,
 
sifat=>
 
"Pemalas"
 
,
 
umur=>15 )
 
);
 
  
 
print
 
$pacarku
 
[2][
 
"sifat"
 
];
 
print
 
(
 
"<br>"
 
);
 
print
 
$pacarku
 
[3]
 
  
 
[
 
"umur"
 
];
 
  
 
?>
 
  
 
</body>
 
  
 
</html>
Try This: 4 Langkah Mudah Belajar Cara Membuat Website, Langsung Praktek! KLIK DI SINI!.
Meskipun benar apa yang ditulis bahwa penyebabnya adalah karena menggunakan PHP versi terbaru, namun tentu saja solusinya bukan downgrade PHP nya icon smile Solusi Error Notice: Use of undefined constant pada PHP .
Solusinya adalah, Anda bisa menghilangkan error notice tersebut dengan menambahkan tanda kutip tunggal saat melakukan definisi variabel. Contoh, perhatikan baris-baris ini:
?
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
array
 
( nama=>
 
"Rosa"
 
,
 
sifat=>
 
"Baik Hati"

Tambahkan tanda kutip tunggal menjadi seperti ini:
?
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
array
 
(' nama'=>
 
"Rosa"
 
,
 
'sifat'=>
 
"Baik Hati"
Mudah-mudahan solusi ini bisa menyelesaikan masalah kamu.

0 komentar:

Aturan Penulisan Kode PHP

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Setelah sebelumnya kita mempelajari Tutorial Pengenalan PHP , sekarang waktunya untuk melanjutkan dengan membahas aturan penulisan kode PHP.
Masih ingat saat belajar PHP sebelumnya kan? Kalau kode-kode PHP anda akan disisipkan di antara kode-kode HTML. Sebagai akibatnya, PHP dan HTML akan sama-sama kita tulis dalam bentuk teks biasa. Kode PHP anda (misalnya dalam contoh di bawah ini  adalah sebuah halaman yang menampilkan kata-kata “Anda berada di situs Prothelon!”) akan berada di sela-sela kode-kode dalam sebuah file HTML yang berekstensi .php, bukan .htm atau .html seperti biasanya.
Contoh halaman dari penjelasan tersebut adalah sebagai berikut. Perhatikan contoh aturan penulisan kode PHP ini :
?
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
<html>
<head>
<title> Contoh Halaman PHP </title>
</head>
<body>
<font color="blue">PHP kode saya akan membuat halaman ini menampilkan:</font>
<p>
<?php
print ("Anda berada di situs Prothelon!");
?>
</body>
</html>
Nah, perhatikan contohdi atas. Anda mungkin sudah mulai memahami cara kerja PHP dan HTML. HTML tetap diperlakukan sebagaimana HTML persis seperti HTML tanpa kode PHP, tetapi semua kode yang berada di antara tag akan dianggap kode PHP dan diproses oleh server PHP.
Ingat kan? Hasil output dari proses PHP itu yang akan ditampilkan oleh HTML ke browser. Perhatikan bahwa jika anda menyimpan file dengan ekstensi .htm/html, maka browser juga akan muncul akan menampilkan juga tag php namun tidak memprosesnya, sehingga muncul seperti ini:
?
1
2
3
<?php
print ("Anda berada di situs Prothelon!");
?>
Sedangkan jika anda menyimpan dalam ekstensi .php, maka yang muncul hanya:
Anda berada di situs Prothelon!
Gitu….
Pengen belajar sambil praktek? klik di sini.
Cara Penulisan Kode PHP
Setelah anda memahami bagaimana sebuah kode PHP dan HTML dikawinkan dan diproses, sekarang saatnya bagi anda untuk mempelajari aturan-aturan dasar penulisan sintaks PHP. Aturan-aturan dasarnya secara singkat adalah sebagai berikut:
Penamaan File PHP
File PHP anda harus disimpan dengan ekstensi .php (jika anda menemukan file dengan  ekstensi .php3 atau phtml maka kemungkinan besar file-file tersebut ditulis menggunakan PHP versi 3 ke bawah). Seperti sudah saya jelaskan sebelumnya, file-file tersebut akan disimpan sebagai file teks biasa. (Artinya kita ndak butuh editor khusus kalau kepepet, cukup notepad. Namun perlu diingat bahwa notepad tidak memunculkan nomor baris yang akan kita perlukan saat melakukan debugging jika ada masalah dengan kode kita).
Komentar PHP
Komentar adalah bagian penting dalam kode PHP yang anda buat. Anda akan memerlukan komentar ini untuk membantu mengingat lagi kegunaan sebuah blok kode nantinya. Anda harus membiasakandiri untuk menuliskan catatan tentang kode-kode anda dengan tag komentar, sehingga sifat manusiawi kita yang pelupa bisa terbantu jika suatu saat anda perlu mereview kembali kode-kode yang pernah anda buat. Cara untuk membuat komentar yang tidak ingin anda tampilkan atau eksekusi adalah  dengan menambahkan “//” di awal baris atau mengapit komentar dengan “/*” dan “*/” jika perlu membuat komentar yang panjang:
Try This: 4 Langkah Mudah Belajar Cara Membuat Website, Langsung Praktek! KLIK DI SINI!.
?
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
<?php
// Baris ini akan diabaikan. Catatan untuk kita sendiri:
// Saya membuat script ini sambil
//Membaca, berenang dan menyelam.
print ("Anda berada di situs Prothelon!");
/*
Tiga baris berikut ini juga akan diabaikan.
Dan jangan lupa untuk kembali ke situs ini setiap minggu
untuk melihat artikel/tutorial baru!
*/
?>

Permulaan Kode PHP
Blok kode PHP diawali dengan “<?php” (atau cukup disingkat “<?” saja bila server anda mengijinkan…dan biasanya bisa).
Akhir Kode PHP
Blok kode PHP ditutup dengan menambahkan “?>” di akhir blok kodenya.
Akhir Baris Program PHP
Setiap baris instruksi program diakhiri dengan tanda titik koma “;”. Artinya walaupun anda menuliskannya lebih dari 1 baris tetap akan dianggap satu baris instruksi program jika belum ada tanda titik koma (lihat contoh di penjelasan tanda kurung di bawah).
Tanda Kurung
Tanda kurung akan banyak anda gunakan dalam kode PHP. Salah satu penggunaan yang sering dilakukan adalah dalam memanggil fungsi. Secara sederhana, setiap fungsi PHP akan berbentuk seperti ini ….
?
1
print ( );
“print” adalah nama fungsi dan informasi lain yang perlu ditambahkan pada fungsi tersebut akan anda tuliskandi dalam tanda kurung. Ingat….. jangan lupa untuk mengakhiri dengan tanda titik koma (kesalahan tidak mengakhiri dengan titik koma ini paling sering terjadi pada pemula). Oh iya, sebelum lupa, echo() juga memiliki kegunaan yang sama dengan print().
Spasi, pergantian baris, dll tidak akan mempengaruhi output lho. Sehingga, bagian kode berikut ini …
?
1
2
3
<?php
print ("Anda berada di situs Prothelon!");
?>
… akan menghasilkan hal yang sama dengan kode berikut ini:
?
1
2
<?php print ("Anda berada di si
tus Prothelon!"); ?>
Saran saya, anda tetap menuliskan dengan menggunakan spasi, kurung dan tab secara wajar. Hal ini penting untuk mempermudah kita membaca program yang panjang. (Biasain yach…)
Belajar PHP harus langsung praktek biar cepet paham. Pengen belajar sambil praktek? klik di sini.
Ok, itulah akhir dari penjelasan tentang aturan penulisan kode PHP kita kali ini. Gimana, masih semangat? S

0 komentar:

Belajar PHP: Mengetahui Jumlah Memory yang Digunakan

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Pada saat menuliskan kode PHP, kita perlu belajar mengoptimalkan kode PHP yang kita tulis agar tidak boros memory. Untuk memonitor penggunaan memory oleh kode PHP kita, kita perlu belajar menggunakan fungsi PHP memory_get_usage().
Berikut ini contoh kode PHP nya. Dalam contoh ini, kita akan mencoba melakukan inisialisasi array PHP dan melihat penggunaan memory yang dilakukan kode PHP tersebut saat mengisi array PHP tersebut. Jika anda belum familiar dengan array PHP, silakan belajar dulu di tutorial belajar PHP yang membahas tentang array PHP ini.
?
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
echo "Memory awal: ".memory_get_usage()." bytes \n";
 
/* contoh tampilan echo PHP
 
Memory awal: 361400 bytes
 
*/
 
  
 
// kita tambahkan kode PHP yang menggunakan memory
 
for ($i = 0; $i < 100000; $i++) {
 
$array []= md5($i);
 
}
 
  
 
// Kita coba unset sebagian array
 
for ($i = 0; $i < 50000; $i++) {
 
unset($array[$i]);
 
}
 
  
 
echo "Memory yang digunakan: ".memory_get_usage()." bytes \n";
 
/* contoh tampilan echo PHP
 
Memory yang digunakan: 885912 bytes
 
*/
 
  
 
echo "Maksimum memory: ".memory_get_peak_usage()." bytes \n";
 
/* contoh tampilan echo PHP
 
Maksimum memory: 13687072 bytes
 
*/
Try This: 4 Langkah Mudah Belajar Cara Membuat Website, Langsung Praktek! KLIK DI SINI!.
Kita juga bisa menambahkan fungsi PHP memory_get_peak_usage() untuk melihat berapa jumlah penggunaan memory maksimum oleh kode PHP yang kita buat.
Dengan melakukan pengukuran ini, maka kita bisa belajar membuat kode PHP yang lebih efektif dan efisien terutama dalam penggunaan memory.

0 komentar:

Belajar PHP > Tutorial PHP 8 – Array Asosiatif PHP

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Array Asosiatif PHP
Dalam tulisan sebelumnya, kita sudah belajar tutorial tentang array PHP.
Jika anda sudah siap untuk mempelajari array PHP yang lebih rumit, silahkan baca tutorial ini. Array asosiatif PHP mengindeks elemen di dalamnya menggunakan nama yang kita tentukan dan bukan menggunakan nomor seperti yang sudah pernah kita pelajari. Menarik bukan?

Cara membuatnya adalah menggunakan fungsi array(). Dalam fungsi array, kita bisa mengeset sepasang atribut sebagai nama elemen dan nilai elemen itu sendiri menggunakan gabungan “=” dan “>”, misalnya: nama_elemen=>”nilai”. Contoh riilnya adalah sebagai berikut:
?
1
2
3
4
5
6
$pacarku = array (
nama=>"Juwita",
Sifat=>"Baik hati, tidak sombong dan rajin menabung",
rambut=>"panjang terurai",
umur=>17
);
Di sini, kita membuat array asosiatif PHP bernama pacarku, dengan nama elemen “nama”, ”Sifat”, ”rambut” dan “umur”; dan kita mengisi masing-masing nama elemen tersebut dengan nilai (nama diisi dengan “Juwita”, Sifat” Baik hati, tidak sombong dan rajin menabung”, dan seterusnya).
Setelah array asosiatif PHP tersebut kita buat, maka kita dapat mengambil bagian manapun dari array asosiatif PHP tersebut dengan menggunakan “nama elemen” yang sudah kita alokasikan, contoh:
?
1
print $pacarku[nama];
potongan script PHP tersebut akan menampilkan pada kita nilai Juwita.
Kita juga dapat juga mengeset setiap nama elemen dari sebuah array asosiatif PHP secara sendiri-sendiri, misalnya:

?
1
2
3
4
5
6
7
$pacarku[nama] = "Juwita";
 
$pacarku[Sifat] = " Baik hati, tidak sombong dan rajin menabung ";
 
$pacarku[rambut] = "panjang terurai";
 
$pacarku[umur] = 17;

Sebelum topik array asosiatif PHP  ini berakhir, mari kita buat sedikit lebih menarik. Kita akan coba menggunakan kekuatan array yang sebenarnya dengan membuat array multi dimensi (kali kayak dimensi ruang dan waktunya Einstein ya?).
Sebuah array multi dimensi adalah array (misalnya pacar-pacar kita) yang terbuat dari array yang lain (yaitu array-array setiap pacar kita, berisi nama, sifat dan umurnya).
Kita membuat array multi dimensi dengan membuat sebuah array PHP seperti ini:
?
1
$pacarku = array();
…dan kemudian kita isi array tersebut dengan array-array dari pacar-pacar kita (dalam kasus ini kita asumsikan bahwa kita hanya memiliki 4 pacar saja yaitu Rosa, Ruby, Sri dan Nety)  yang sudah kita definisikan nama elemen sifat dan umurnya masing-masing seperti ini:
?
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
$pacarku = array (
array ( nama=>"Rosa",
sifat=>"Baik Hati",
umur=>17 ),
array ( nama=>"Ruby",
sifat=>"Tidak Sombong",
umur=>27 ),
array ( nama=>"Sri",
sifat=>"Rajin Menabung",
umur=>37 ),
array ( nama=>"Nety",
sifat=>"Pemalas",
umur=>15 )
);

Untuk menggunakannya, kita dapat mengambil setiap bagian informasi dari array kita tersebut dengan menyebut nama array ($pacar), nomor dari sub-array yang kita inginkan (Rosa adalah [0], Ruby dengan [1], dst) dan kemudian menyebut nama elemen untuk atribut yang kita inginkan (nama, sifat dan umur).
Try This: 4 Langkah Mudah Belajar Cara Membuat Website, Langsung Praktek! KLIK DI SINI!.
Ngomong-omong, kalau melihat daftar pacarnya, pasti dia orang yang hobi berpetualang, dari yang daun muda sampai yang tua disamber semua.
Payah….
Untuk mengetahui umur Nety, kita akan menuliskan seperti ini:
?
1
print $pacarku[3][umur];

Berikut ini adalah keseluruhan kode yang sudah kita buat tadi. Semua kita buat dalam satu halaman, namun perlu diingat bahwa anda dapat mengeset array di suatu tempat (katakanlah dalam kode atau fields di form yang berada di halaman lain atau dalam database) dan mengambil informasi yang ada di dalamnya dari tempat lain. Di dini kita akan meletakkan semua dalam satu halaman agar anda dapat melihat semuanya sekaligus dengan lebih gamblang.
?
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
<html>
<head>
<title>Array Pacar</title>
</head>
<body>
 
<?php
 
$pacarku = array (
array ( nama=>"Rosa",
sifat=>"Baik Hati",
umur=>17 ),
array ( nama=>"Ruby",
sifat=>"Tidak Sombong",
umur=>27 ),
array ( nama=>"Sri",
sifat=>"Rajin Menabung",
umur=>37 ),
array ( nama=>"Nety",
sifat=>"Pemalas",
umur=>15 )
);
 
print $pacarku[2]["sifat"];print ("<br>");print $pacarku[3]
 
["umur"];
 
?>
 
</body>
 
</html>

Script array asosiatif multidimensi PHP tersebut akan menampilkan :

Rajin Menabung
15

Apa yang sudah kita lakukan adalah membuat array yang mengandung sub array untuk setiap pacar kita yang berisi informasi detil tentang mereka;  kemudian menampilkan sebuah kalimat yang menggunakan sifat dan umur dari 2 pacar kita yang terakhir.
Sudah…sudah masalah tutorial array asosiatif PHP kita sudahi sampai di sini dulu yach.
Kalau masih bingung kontak aja prothelord di email or komentar di bawah.
Silahkan latihan dulu dan kembali lagi jika sudah lihai, OK?
Dalam tutorial PHP bagian berikutnya,  kita akan membahas masalah operator. Ini merupakan topik yang penting karena merupakan inti sebuah program di mana kita bisa membuat percabangan yang membuat program kita bisa “berpikir dan mengambil keputusan” berdasarkan suatu input.
Menarik bukan? Makanya jangan sampai ketinggalan, buruan kuasai materi ini dan lihat tutorial belajar PHP selanjutnya.

0 komentar: